09 Juli 2009

Kesendirian

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, yang maha mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan (dan membalasnya)’’’ (QS. al-Jumu’ah: 8).

Sebagai makhluk, kita mau tidak mau harus merasakan kesendirian di kala tertentu. Di waktu itulah akan terasa begitu berartinya kehadiran teman atau orang lain bagi diri kita. Di saat kita berada di luar kampung, orang sekampung rasanya bagai saudara. Di saat berada di luar daerah, orang sedaerah rasanya sekeluarga. Di saat berada di luar negeri, orang senegeri rasanya kerabat. Namun di saat berada di luar dunia, tepatnya di alam kubur, siapakan yang akan menjadi teman, saudara, atau kerabat kita?

Pertanyaan inilah yang harus selalu diingat dan di jawab oleh setiap kita. Sebab, yang namanya menuju alam kubur adalah perkara yang tak bisa ditolak oleh seorang hamba pun. Semua kita adalah calon-calonnya. Kalau sendiri sewaktu di dunia, mungkin sesekali akan ada yang menemani atau menghibur. Namun di alam kubur sana, tidak akan ada yang menghibur kecuali amal kebaikan yang pernah kita lakukan dengan ikhlas sewaktu di dunia. Kalau amalan kita kosong, bukan hanya kesendirian atau kepiluan yang kita rasakan, tetapi juga siksaan yang datang silih berganti.

Memang berat terasa bila hidup sendiri baik di dunia apalagi di alam kubur nanti. Oleh karena itu, penting memanfaatkan kesempatan-kesempatan baik sewaktu di dunia untuk membuat kita tidak sendiri sewaktu di dunia sampai ke alam kubur. Dan, sebaik-baik dorongan untuk itu ialah merasakan seolah-olah kita akan segera merasakan kesendirian yang panjang karena kematian akan menjempu kita sesaat lagi.

Oleh Jarjani Usman




0 komentar:

Poskan Komentar