21 Agustus 2009

Shalat

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, dan sesungguhnya shalat itu sangat berat kecuali bagi mereka yang khusyu” (QS. Al-Baqarah: 45).

Meskipun menghabiskan waktu hanya beberapa menit, shalat bagi sebahagian hamba begitu berat rasanya untuk dilakukan. Padahal nyaris tak yang tidak tahu bahwa shalat adalah sebuah proses untuk bersyukur, mengadu, dan memohon pertolongan kepada Allah, Sang Pencipta. Bertemu dengan Sang Pencipta seharusnya menjadi saat-saat yang paling dinantikan oleh setiap insan. Sebab, berbagai masalah yang membebani pikiran dalam hidup ini akan menjadi ringan dan bahkan terselesaikan. Namun, bagi orang yang merasa berat, shalat malah menjadi beban.

Kalau sudah menjadi beban, shalat seringkali dilakukan hanya sebagai pelepas kewajiban dalam waktu yang super singkat. Sehingga syarat-syarat sahnya banyak yang tearabaikan. Juga, tak terjadi kesesuaian antara apa yang sedang diucapkan oleh bibir dengan apa yang dirasakan oleh hati. Tidak kusyu’, karena tidak diringi dengan rasa takut dan tidak tawadhu’.

Menurut para ulama, ketika sudah terasa berat untuk melakukan shalat, berarti ada yang tidak beres dengan diri kita sebagai hamba. Mungkin makanan yang kita asup ke dalam tubuh, sebahagiannya berasal dari barang atau cara yang tidak jelas kehalalannya. Sesuap makanan yang tidak suci akan menjadi penghalang kita dari kebenaran. Apalagi kalau jumlahnya memang sudah banyak dan bahkan berkerak karena sudah sedemikian lama perbuatan tidak halal dilakukan.

Bukan hanya itu, ketidakberesan kita dalam melakukan shalat juga menentukan keadaan kita di akhirat kelak. Lebih-lebih shalat merupakan ibadah yang paling utama dan pertama diperiksa di hari kiamat.

Oleh Jarjani Usman
sumber:www.serambinews.com

0 komentar:

Poskan Komentar